Perang Suci

Perang Suci

25 November 1095, Paus Urban II menyerukan perang salib pertama. Dan itulah awal dari sebuah perang yang tak pernah berakhir bahkan terpelihara hingga sekarang dalam bentuk sentimen laten.

Penyeruan perang salib yang diikuti dengan pengiriman pasukan tempur besar-besaran tentulah bukan tanpa alasan. Dan sayangnya, alasan-alasan tersebut terekam secara subyektif dan lambat laun tertulis sebagai fakta sejarah. Dan tatkala waktu berjalan menjauh dari awal terjadinya perang salib,  hal ini menjadi sebuah stigma dalam masyarakat modern yang bahkan tak lagi berusaha menggali lebih dalam.

Di tengah stigma yang terlanjur tertanam disetiap alam bawah sadar masyarakat barat, Karen Amstrong berusaha mengetengahkan cara pandang baru terhadap perang salib yang telah berlangsung ratusan tahun. Detil ditampilkan tidak hanya dalam potongan-potongan mozaik sejarah, namun dimulai  sejak ketiga agama muncul. Dengan semangat untuk memperoleh kejelasan yang benderang, ia mencoba menapak tilas bagaimana perang salib dimulai dan mengapa sulit untuk dihentikan hingga sekarang.

Buku ini berusaha mengajak pembaca-nya untuk melihat sejarah perang salib dari sudut pandang ketiga agama. Lengkap dengan alasan-asalan yang melatar-belakangi baik dari refensi agama maupun kondisi individu yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan perang.

Meski nampak dalam telaahnya ia sedikit bermain aman dengan tak ingin terperangkap dalam penghakiman siapa yang salah dan siapa yang benar, namun keberaniannya untuk mengungkap detail sejarah yang sangat-sangat jauh berbeda dengan setereotip yang berkembang di dunia barat, yang merupakan dunia ia berada, tentulah perlu kita beri acungan jempol sebanyak yang kita miliki.

Secara kelesuruhan, buku ini menjadi perlu bagi siapa saja untuk dimiliki. Tak perlu menatap cermin dan bertanya apa keyakinan anda, buku ini sungguh aman bagi suasana batin anda.