Apa yang akan anda lakukan bila tiba-tiba anda harus mengetahui sebuah rahasia besar bahkan tanpa anda memintanya ataupun menginginkannya. Rahasia yang tidak hanya tentang tetangga anda, tapi sebuah rahasia yang bisa mengoyak sebuah kemapanan yang telah bertahan ribuan tahun. Sebuah kemapanan institusi dan keyakinan yang akan mempengaruhi ribuan bahkan jutaan manusia.
Bermodalkan fakta-fakta tentang organisasi Biarawan Sion dan Sekte Opus Dei, juga keakuratan deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen dan ritus rahasia, Dan Brown memainkan penanya untuk menulis sebuah cerita fiksi yang memiliki detail hingga nampak layaknya sebuah kisah nyata. Ia tak hanya bercerita tentang sejarah, namun ia juga berani untuk mengambil posisi kontroversi didalam sejarah yang coba ia ketengahkan.
Robert Langdon, tokoh utama dalam kisah ini tiba-tiba terbangun dari hidup normalnya dan masuk ke dalam sebuah teka-teki yang disusun penuh misteri dari seorang jenius yang hidup ratusan tahun yang lalu. Siapa sangka, goresan pinsil dan kuas dari seorang maestro Da Vinci menyimpan sebuah rahasia yang terjaga hingga ribuan tahun. Dan hanya dalam satu malam, rahasia itu harus ia ungkap. Nyatanya, tak hanya teka-teki yang harus ia hadapi, tapi juga sebuah petualangan yang penuh dengan andrenalin. Seakan seisi dunia sedang mencarinya dan seakan seluruh dinding bertelinga untuk mencuri dengar rahasia yang ia genggam.
Dibantu oleh seorang tokoh cantikĀ Sophie (hal sangat lumrah dari sebuah cerita fiksi), Robert Langdon harus hidup dalam pelarian sekaligus harus memecahkan teka-teki dalam waktu yang singkat. Misteri yang ia hadapi seakan rumit dan samar, namun sedikit demi sedikit semakin terkuak misteri tersebut, semakin sederhana sesungguhnya. Hanya saja, rahasia yang tersimpan memiliki dampak yang amat besar bagi kelangsungan keyakinan Vatikan.
Kisah mengalir dengan sangat cepat namun tak pernah melewatkan detil. Sehingga novel ini layaknya sebuah buku panduan bagi wisatawan. Banyak simbol-simbol bertebaran yang sebelumnya terlewatkan oleh kita karena seakan tak bermakna, kini seakan penuh makna bahkan sangat bermakna. Yah, itulah kisah yang ditulis oleh Dan Brown.
Meski banyak kisah-kisah yang tak terduga, namun bila kita sedikit lebih jeli, kita akan merasakan banyak kisah yang sekan dipaksakan. Meski telah terdapat justifikasi yang jelas, namun keberadaan sang Sophie yang cerdas sekaligus sebagai tokoh kunci malah membuat kisah ini nampak sebagai fiksi.