Mengenal Einstein For Beginners

Mengenal Einstein For Beginners

Buku dengan tebal 176 halaman ini adalah buku yang berat namun mudah dinikmati. Bercerita tentang Einstein, sang maestro fisika, bahkan sejak sebelum ia lahir. Dilengkapi dengan gambar layaknya cerita bergambar, sang penulis mencoba memunculkan kembali sang tokoh bagi pembaca. Bagaimana latar belakang terbentuknya cara berfikir sang jenius, diketengahkan dengan ringan namun dalam. Bahkan, buku ini juga mencoba masuk lebih dalam lagi ke area memusingkan yang bernama Fisika. Dan sekali lagi, bahkan seorang awam pun akan mengerti relativitas.

Dikisahkan dalam buku ini, bagaimana latar belakang masa kecil Einstein yang didominasi dengan eforia ilmu pengetahuan. Dimulai dengan semakin membesarnya dominasi perusahaan Siemens und Halske dan semakin tersisihkannya perusahaan kecil milik Hermann Einstein, ayah Einstein. Listrik telah menjadi raksasa indsutri saat itu, begitu pula telegraph telah terbentang dari eropa hingga kalkuta.

Einstein kecil adalah seorang yang lambat dan pelamun. Bahkan, hingga berumur 9 tahun bicaranya masih gagap. Ia lebih banyak sendiri atau bersama adik perempuannya Maja. Dan adalah Jacob, paman Einstein yang memperkenalkannya pada Matematika dan dilanjutkan Max seorang mahasiswa kedokteran miskin.

Einstein selalu gagal dalam sekolah dasar dan menengah hingga ia tidak memiliki ijazah untuk melanjutkan ke Universitas. Namun toh pada akhirnya, Einstein mampu menyelesaikan kuliahnya di tahun1896. Dan masa-masa kejeniusannya pun dimulai.

Pada masa-masa tersebut, ilmuwan sedang dibingungkan tentang bagaimana membuat akur antara hukum newton dengan gejala elektromagnetik. Dan hal tersebut menjadi hal yang mengusik bagi Einstein.

Setelah diterima sebagai karyawan tetap Jawatan Paten Swiss, Einstein tetap memikirkan bagaimana menyatukan hukum newton dan gejala elektromagnetik. Hingga akhirnya ia tahu bahwa ia harus merombak keseluruhan hukum bahkan juga merombak cara berfikir manusia bila ingin mendapatkan jawabannya. Ya, ia mengenalkan teori relativitas.

Dalam kehidupannya yang penuh cara-cara berfikir logis, Einstein tetaplah seorang Yahudi yang mempercayai adanya Tuhan. Karena itulah, hingga akhir hidupnya tahun 1955, ia tetap menentang ide fisika kuantum yang mengesampingkan aturan-aturan sebab akibat yang digawangi Niels Bohr. Dan dalam korespondensinya, ia mengatakan: “Saya tidak percaya Tuhan bermain dadu…!”